Belajar & belajaR

Belajar bagai jalan tak berujung

Kebijakan

Posted by a2karim09 pada Juni 14, 2009

Doeloe istilahnya “kebijaksanaan” dan kini diistilahkan “kebijakan”. Saya tidak tahu, apakah kedua kata tersebut sama, serupa atau memang berbeda. Silahkan anda tanyakan kepada yang ahlinya. Untuk mudahnya saya ambil saja istilah yang ke dua yaitu kebijakan. Banyak orang mengartikan, mendefinisikan bahkan memakna kata kebijakan. Kalau kita perhatikan semua itu secara mendasar adalah sami-mawon alias sama. Perbedaan yang mungkin adalah dari sudut mana ia memandang. Tapi yang jelas dalam kenyataannya adalah sama. Kesamaan inilah yang menggugah saya untuk mengemukakan pengalaman kecil saat sekolah, menambah es-satu agar es-nya menjadi dua.

Waktu itu membicarakan masalah kebijakan di bidang kehutanan. Akhirnya diarahkan masing-masing untuk mendefinikan/memakna istilah kebijakan secara umum maupun yang mengarah ke bidang kehutanan. Berbagai ragam pendefinisian makna dari kebijkan yang dikemukakan rekan2 saya dan secara mendasar bermakna sama, “bagus, baik”. Kebetulan saya giliran yang terakhir. Saya katakan bahwa “kebijkan adalah suatu cara atau suatu rekayasa atau upaya untuk melanggar aturan/peraturan yang berlaku”. Gempar, meledak. Saya diprotes. Pendefinisian saya dikatakan salah, keliru. Rekayasa ada yang bersifat positif dan bersifat negatif. Disini, rekayasa bersifat positif. Saya hanya tersenyum.

“Pa saat ini kita diskusi di lokasi sekolah”, kata saya. Lanjut saya “disini mimbar bebas”. “Tolong baju bapa di lepas dulu”. “Disini, di dalam kelas ini ,bapa bebas mengatakan sesuatu itu keliru sesuai kata hati bapa. Tapi di luar sana bapa jangan berani2, harus dan mau tidak mau bapa katakan benar”. Rekan saya tetap bersikeras dengan definisinya. Saya tetap tersenyum.

Saya mendefinisikan sekaligus memakna berdasarkan kenyataan. Kenyataan (aplikasi) daripada kebijakan itu sendiri. Terlalu jauh kita memahami kebijakan kehutanan apalagi pemerintah. Pusing kepala kita. Yang sederhana saja, lingkungan terkecil. Rumah tangga.

Katakan saja kita membuat aturan dengan harapan agar anak2 menjadi orang yang berguna. Timbul pertanyaan. Apakah kita bisa berlaku adil, sama-rata memberlakukan aturan yang kita buat?. Saya yakin dan percaya dan pasti tidak bisa. Kenapa?. Anak2 kita tidak sama sifatnya. Tidak sama pemikirannya. Apalagi kalau otaknya telah terkontaminasi dengan lingkungan luar. Yang paling dekat di mata kita adalah teve.

“Kalau bapa bisa”, kata saya; “saya angkat topi”. “Berarti bapa memaksakan kehendak tanpa melihat kondisi”. “Memang komitmen bapa kuat, saya akui”. “Tapi ‘kan kalau itu bersifat positif tidak jadi masalah?!”. “Justru itu yang jadi masalah”, kata saya. Rekan saya terus bersikeras. “Begini pa”, kata saya. ”Yang saya permasalahkan bukan sifat positif atau negatifnya, aturan yang telah dibuat itu”. “Aturan dibuat dengan susah payah, tapi dengan mudah di langgar”. Kalau saya boleh tahu “adakah peraturan yang mengatur tentang lika-likunya kebijakan?”. “Apakah itu lingkup kehutanan atau pemerintah”. “Mudah2an bapa mengerti yang saya maksud”. Pengajar kami “berdiri di tengah”. Rekan saya diam. Saya tersenyum.

Pengajar kami memberikan definisi dari kebijakan tsb. Lalu beliau bertanya kepada saya, “apakah saya setuju dengan definisi yang beliau kemukakan”. “Definisinya saya setuju, tapi kenyataannya tidak sesuai dengan definisi yang bapa kemukakan”, kata saya. Setelah beberapa saat “saya ditanya lagi apakah setuju”. “Maafkan saya pa, sampai kapanpun adanya kebijakan terhadap peraturan/aturan yang telah buat, saya tidak setuju. Kecuali kebijakan itu sendiri tidak melanggar peraturan dan diatur dengan jelas. Itupun kita lihat bagaimana kenyataannya apakah sudah sesuai”. “Itu sulit”, kata beliau. “Justru itu pa, kebijakan pasti melanggar peraturan”, kata saya lagi. Diskusi bubar. Kami bersalaman saling memaafkan.

A2Karim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: