Belajar & belajaR

Belajar bagai jalan tak berujung

Upaya Pengkayaan Ulin

Posted by a2karim09 pada Juli 20, 2009

Pengadaaan bibit ulin selama melalui perkecambahan biji (pembiakan generatif). Biji yang dikecambahkan biasanya diperoleh dari buah yang telah jatuh di permukaan tanah.
Cara mengencambahkannya dengan cara atau sistem pengeraman, dimana biji-biji ulin diapit diantara dua lapisan sekumpulan daun ilalang. Sekumpulan daun ilalang tersebut disusun sedemikian rupa sehingga bagian bawah digunakan sebagai alas untuk meletakkan biji-biji ulin dan sebagian lagi dibuat sebagai penutup. Ukuran alat pengeram dibuat (1 x 1) meter dengan ketebalan ± 20 cm.

Alat Pengeram (kiri: atas/penutup; kanan: pengeram bawah)

Sebelum biji-biji tersebut diletakkan terlebih dahulu disunat agar mempermudah/mempercepat tunas keluar. Penyunatan hanya pada bagian tempurungnya saja dan usahakan agar jangan sampai mengenai daging biji (kotiledon).

Penyunatan biji ulin

Setelah selesai masukkan biji-biji ulin tadi pada tumpukan bawah yang telah dibuat sebelumnya, kemudian tutup.

Penyusunan biji ulin dalam Pengeraman

Sore hari menjelang magrib tumpukan atas dibuka dan pada subuh/pagi hari ditutup kembali. Sebelum dilakukan pentutupan lakukan penyiraman. Biasanya sekitar 2 minggu tunas telah keluar dan masa mengecambahkan paling lama 4 minggu. Tunas keluar sebenarnya bukan tunas batang atas, tetapi tunas batang bawah (perakaran).

Kecambah biji ulin dan Bedeng Sapih

Bibit ulin dapat pula diperoleh dari cabutan atau puteran. Kedua cara perolehan seperti ini dilakukan dengan hati-hati. Bibit yang diambil tinggi sekitar 20 -30 cm dengan perkiraan umur lebih kurang 6 bulan. Atau dengan jumlah daun minimal sekitar 2 – 3 helai. Khsusus bibit cabutan masih dapat dilakukan dengan tinggi ± 50 cm (dugaan umur 1 tahun) dan langsung ditanam di areal bekas tebangan (kondisinya masih rimbun). Cara cabutan ini tidak begitu dianjurkan. Bibit berupa stump, stek dan juga trubusan tidak dianjurkan karena tingkat keberhasilannya sangat kecil.

Disamping itu bibit dapat pula diperoleh berupa  anakan yang terdapat dalam hutan. Sangat dianjurkan pengambilan bibit berupa putaran dibanding cabutan.

Penanaman sebaiknya dilaksanakan di bawah tegakan bekas tebangan dan belukar tua. Tidak dianjurkan penanaman pada belukar muda dan lapangan terbuka. Hal ini mengingat ulin merupakan jenis intoleran.

Waktu penanaman sebaiknya dilaksanakan pada awal musim penghujan.

A2Karim
**Uraian lengkapnya dapat anda miliki secara gratis (nggak bayar koq) melalui eMail a2karim09.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: